News

Merasa Diganggu Genderuwo, Pria Lempar Tabung LPG ke Mobil Tetangga

Merasa Diganggu Genderuwo, Pria Lempar Tabung LPG ke Mobil Tetangga
October 9, 2019



 

Kepolisian Resor Trenggalek Jawa Timur menangkap seorang pelaku penganiayaan yang disertai perusakan. Motif pelaku adalah ia yakin melihat sosok genderuwo kemudian melemparnya dengan tabung gas. Pada akhirnya mobil milik tetangga rusak bagian depan kacanya.

“Betul, pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan dan perusakan. Apapun yang diyakininya, faktanya, pelaku telah merusak dan menganiaya,” terang Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, kepada Kompas.com.

Pelaku adalah seorang pria bernama Hengki (35). Ia merupakan warga kelurahan Sumbergedong Trenggalek. Kini dirinya ditangkap polisi lantaran aksinya merusak mobil milik tetangganya. Selain itu, diduga ia melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius.

Insiden ini berawal ketika pelaku pulang usai melakukan aktivitas. Setibanya di rumah, pelaku mengetahui dan meyakini bahwa ayam jantan miliknya seharga jutaan rupiah mati secara tak wajar.

Lantaran emosi yang memuncak, pelaku pun langsung keluar rumah. Saat keluar rumah itu, ia meyakini telah melihat sosok bertubuh besar yang kerap disebut genderuwo. Makhluk gaib itu berada di atas mobil milik tetangganya.

Pelaku mengira, gendruwo itulah yang mengakibatkan ayam seharga Rp 5 juta miliknya mati secara tak wajar.

“Ketika pulang ke rumahnya, pelaku melihat ayam kesayangannya mati tidak wajar. Dan menurut keyakinan pelaku, genderuwo itulah yang menyebabkan ayam miliknya mati,” ujar Calvijn.

Seketika itu, pelaku emosi dan langsung mengambil satu buah tabung gas ukuran 12 kilogram dari rumah neneknya. Tabung itu kemudian dilemparkan sekuat tenaga ke mobil milik korban sebanyak dua kali.

Akibatnya, kaca mobil bagian depan milik korban pecah. Diperkirakan kerugian mencapai lebih dari Rp20 juta.

Melihat kejadian ini, korban lantas melaporkan tindakan pelaku ke seksi keamanan lingkungan Kelurahan Sumbergedong, Kabupaten Trenggalek.

Korban dan sejumlah warga kemudian mendatangi pelaku yang berada di tepi jalan depan rumah korban. Melihat itu, pelaku lantas melakukan penganiayaan hingga jari tangan salah satu warga patah tulang.

“Warga mendatangi pelaku yang sedang berdiri di pinggir jalan. Kemudian pelaku menganiaya korban dan mengakibatkan salah satu jari korban mengalami patah tulang,” terang AKBP Calvijn.

Kini, barang bukti berupa pecahan kaca mobil dan satu tabung gas ukuran 12 kilogram diamankan di Mapolres Trenggalek, guna penyidikan lebih lanjut. Atas kekacauan yang diperbuatnya, pelaku diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.